Amitra Operasikan Cabang Baru Pertama, Ini Lokasinya

1 min read


DAPURPACU – PT Sharia Multifinance Astra, yang lebih dikenal Amitra terus memberikan akses kemudahan kepada masyarakat yang ingin menunaikan umroh atau haji. Akses itu berupa dengan dibukanya beberapa cabang Amitra.

Tidak tanggung-tanggung, lima outlet baru Amitra pertama dioperasikan secara serentak mulai 1 Februari lalu di beberapa lokasi, yakni Jakarta Pusat, Bekasi, Semarang, Malang, dan Pekanbaru, Riau.

Peresmian dilakukan secara simbolis langsung oleh masing-masing Kepala Cabang dan perwakilan karyawan dengan pemberian souvenir, salah satunya berupa Alquran Mushaf Haji dan Umrah.

Presiden Direktur PT Sharia Multifinance Astra, Inung Widi Setiadji mengatakan, pembukaan cabang pertama ini makin memperkuat komitmen Amitra dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat secara lebih luas.

“Komitmen ini khususnya dalam memberikan kemudahan masyarakat melakukan pendaftaran Haji maupun keberangkatan Umrah dengan fasilitas pembiayaan syariah,” tutur Inung.

Inung meyakini bila kondisi pulih dari pandemi Covid-19, pembiayaan syariah ini akan berkembang baik. Apalagi pemerintah beberapa waktu terakhir sangat mendorong ekonomi syariah di negeri ini yang mayoritas umat Islam dan terbesar di dunia.

“Semua mengakui, begitu juga kami, bahwa potensi ekonomi syariah, termasuk pembiayaan syariah sangat besar ke depan di Indonesia,” tambahnya.

Menurutnya, tren pemorsian haji (masyarakat yang resmi mendaftar haji) maupun keberangkatan umroh dari Indonsia terus meningkat sebelum adanya pandemi ini.

Berdasarkan data, pemorsian haji pada 2018 mencapai 679.945 orang di Indonesia. Angka itu naik menjadi 730.2235 orang pada 2019, dan turun hampir separuhnya pada 2020, yakni 410.850, orang, karena kondisi pandemik.

Pemorsian haji ini memang harus dilakukan, karena minat dan calon jamaah haji yang cukup tinggi, selain kuota yang diberikan ke Indonesia sekitar 200.000-an setahun.

“Untuk itu kami memfasilitasi para calon jamaah haji dengan memastikan pemorsian hajinya melalui pembiayaan syariah bagi yang belum mendaftar,” jelas Inung.

Senada dengan Inung, Direktur PT Sharia Multifinance Astra, Yulian Warman memaparkan bahwa pemorsian haji ini memang perlu dilakukan oleh para calon , karena pemorsian itu minimal memastikan calon haji sudah masuk daftar tunggu, apalagi lama antrian atau daftar tunggu rata-rata provinsi di Indonesia sudah relatif panjang.

“Bahkan ada lama antrian Jemaah haji Indonesia di atas 30 tahun, yakni di provinsi Kalimantan Selatan selama 33 tahun,” tutur Yulian.

Untuk melayani para jemaah calon haji, brand Amitra, baik yang dijalankan Unit Usaha Syariah FIFGroup maupun PT Syaria Multifinance Astra, menggandeng 16 perbankan Syariah.

Sementara untuk melayani umroh, Amitra bekerja sama dengan 337 mitra yakni travel biro resmi yang benar-benar sudah mempunyai kualitas pelayanan tinggi.

Yulian berharap dibukanya cabang pertama di lima wilayah ini dapat memberikan pelayan yang lebih baik sekaligus untuk mengantisipasi bila pandemi Covid-19 berakhir.

Di sisi lian, lanjut Yulian, pihaknya juga ingin memperkenalkan beberapa produk baru seperti aqiqah, pembiayaan qurban dan lain-lain nantinya.

“Kami ingin membantu untuk mewujudkan niat para calon jamaah haji dan umroh untuk berangkat ke Baitullah,” pungkasnya. [dp/MTH]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *