Debitur FIFGroup ini Berulah, Pidana Sanksinya

1 min read


DAPURPACU – Apa yang dilakukan Muheni tidak seharus ditiru. Pria warga Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, ini harus mendekam dalam penjara akibat melakukan pengalihan objek fidusia berupa sepedamotor.

Debitur dari FIFGroup Cabang Serang ini divonis penjara 11 bulan dan diharuskan membayar denda Rp1 juta oleh Pengadilan Negeri Kelas 1 A Serang atas tindakannya itu.

Atas kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polres Serang Kota dan diproses hukum karena sudah merugikan FIFGroup dengan nilai kerugian mencapai Rp17,8 juta.

Cerita berawal saat Muheni mengajukan kredit motor Honda All New Scoopy Sporty pada 11 Juli 2019, dengan cicilan per bulan sebesar Rp861 ribu selama 35 bulan.

Itikad tidak baik sudah ditunjukan Muheni sejak awal pembayaran angsuran yang memang sudah menjadi kewajibannya. Ia hanya membayar 1 kali angsuran, itupun setelah ditegur pihak FIFGroup karena sudah telat 3 bulan masa angsuran.

Setelah pembayaran itu, Muheni kembali mangkir dari tanggung jawabnya hingga pihak cabang memberikan somasi sebanyak 3 kali.

Tindakan persuasif sudah dilakukan, mulai dari penagihan melalui panggilan telepon hingga kunjungan penagihan ke rumah Muheni, sebagai bentuk itikad baik untuk mengingatkan atas kewajiban kreditnya.

Saat itu Muheni sebagai pemilik motor berdalih motor dengan nomor polisi A 5367 DF itu tidak lagi miliknya karena sudah dialihkan kepada pihak lain bernama Rudi.

Atas pengalihan yang dilakukan tanpa sepengetahuan FIFGroup dalam hal ini sebagai penerima fidusia, Muheni dapat dikenakan ancaman pidana.

FIFGroup Imbau Agar Debitur Tertib
Menanggapi masalah ini, Kepala Cabang FIFGroup Serang, Midian Situmeang mengatakan, proses hukum ini sudah sangat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999, tentang Jaminan Fidusia pasal 23 ayat 2.

Di sana dinyatakan Pemberi Fidusia dilarang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek jaminan Fidusia kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia.

Dilanjut pada pasal 36 yang menjelaskan bahwa tindak pidana tersebut dapat dipidana dengan hukuman penjara maksimal 2 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp50 juta.

“Saya berharap kepada seluruh pelanggan, khususnya pelanggan di Cabang FIFGroup Serang, untuk segera melapor apabila mengalami kesulitan dalam pembayaran,” jelas Midian.

Dengan melapor, lanjutnya, dapat sesegera mungkin bisa diberikan solusi terbaik yang tidak akan merugikan masing-masing pihak. Sebab, pidana menjadi sanksinya.

“Ini juga merupakan tindakan kriminal, kami sebagai pihak penerima fidusia tentunya tidak akan segan-segan untuk mengkasuskan itu,” pungkasnya. [dp/MTH]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *