Gara-gara ini, Motor Listrik BL-SEV01 Gagal Uji Perdana

1 min read


DAPURPACU – Alumni Universitas Budi Luhur, Galih Aji Prakoso beruntung mencoba untuk pertama kalinya hasil karya civitas eks kampusnya, Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEV01).

Pengujian perdana dilakukan di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, pekan lalu, yang disaksikan langsung Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro.

Galih sendiri sudah mengukir sejumlah prestasi nasional di berbagai arena, mulai dari Indospeed Race Series, Indoclub Championship, Yamaha Sunday Race, Honda CBR Race Day, Kawasaki Racing Academy Race dan lain-lain.

Hasil yang direngkuhnya cukup baik karena BL-SEV01 berhasil menyelesaikan 11 tikungan dan trek lurus sepanjang 900 meter dengan mulus. BL-SEV01 juga sempat mencatatkan top speed hingga 100 km/jam.

Sayangnya, sebagai motor purwarupa tentu mengalami permasalahan dalam proses pengembangannya, dan kondisi itu juga dialami oleh BL-SEV01. Tidak pada sektor mekanisnya melainkan teknis, alias komponen pendukungnya saja.

Saat pebalap kelahiran 1993 ini hendak membidik kecepatan lebih tinggi, BL-SEV01 mengalami permasalahan ketika memasuki tikungan S kecil. Kuda besi ini kembali ke dalam paddock pit dan langsung dianalisis.

Setelah memeriksa kondisi dan melakukan evaluasi, titik permasalah pada bagian gear set. Komponen yang digunakan sekarang ini mengalami pengurangan performa setelah melewati beberapa lap di Sirkuit Sentul.

Tidak dijelaskan secara rinci mengapa hal itu terjadi. Namun, Dapurpacu.id berasumsi penggunaan ban berukuran gambot di belakang, menjadi pemicu kinerja gear set yang akhirnya harus ‘mengalah’.

Kepala Tim Pusat Studi Kendaraan Listrik UBL, Sujono mengakui setelah BL-SEV01 dievaluasi ternyata permasalahan di gear set depan pada rantai yang giginya kalah habis karena di tes maksimum di lintasan Sirkuit.

“Kami bersyukur motor listrik dan baterai tidak mengalami masalah dan dalam keadaan normal. Pengetesan pertama ini kami akhiri dahulu nanti kita evaluasi dan lanjutkan pengetesan kedua di Sirkuit Sentul kembali,” tambahnya.

Menanggapi soal ini, Hanggoro mengamini keinginan Sujono untuk melakukan kembali pengujian kedua di lintasan yang sama dalam beberapa waktu ke depan.

“Saya akan support terus pengembangan motor listrik BL-SEV01 sebagai karya anak bangsa yang dikerjakan langsung oleh Dosen dan Mahasiswa UBL, yang bekerja sama dengan LIPI,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Spesifikasi BL-SEV01 didukung dengan motor listrik BLDC 96 Volt dengan tenaga mencapai 16 kW atau setara 21 hp, didukung baterai 48Ah dan controller 96 Volt 200 Ampere.

Untuk pengecasan baterai hingga mencapai titik maksimal atau penuh, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam. [dp/MTH]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *