Pertamina Hadirkan Pertalite Ramah di Kantong di Manado

1 min read


DAPURPACU – Upaya Pertamina menciptakan udara bersih di Indonesia melalui program ‘Langit Biru’, terus digaungkan dengan dihadirkannya bahan bakar berkualitas yang ramah lingkungan di seluruh pelosok Indonesia.

Untuk itu, Pertamina melalui program itu hadir di Manado, Sulawesi Utara, dengan menawarkan promo spesial untuk pembelian BBM jenis Pertalite di beberapa SPBU di wilayah tersebut.

Dalam program ini, pemilik kendaraan akan mendapatkan pembelian Pertalite setara dengan harga BBM jenis Premium, yakni dibanderol Rp6.450 per liter.

Program ini sendiri diperuntukan bagi pengguna sepeda motor dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot) serta taksi plat kuning.

Menurut Unit Manager Communication & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali, pemilihan jenis kendaraan di atas merupakan transportasi publik dengan mobilitas tinggi.

“Diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan beralih ke bahan bakar berkualitas,” ujarnya.

Sebagai informasi, Indonesia menjadi salah satu dari tujuh negara di dunia yang masih menyediakan BBM dengan kadar oktan rendah setara RON 88 (Premium).

Dengan terus mengedukasi penggunaan BBM berkualitas dan ramah lingkungan kepada masyarakat, membuat kinerja mesin menjadi lebih sempurna dengan emisi yang lebih baik.

Karenanya, ia menjelaskan, Pertamina terus mendorong penggunaan produk BBM berkualitas yakni dengan menyediakan produk Pertalite dengan RON 90, Pertamax RON 92, dan Pertamax Turbo RON 98.

Pertalite dengan harga khusus ini berlaku di 15 SPBU di wilayah Manado, diantaranya di SPBU 7495108 Sario, 7495119 Paal Dua, 7495118 Boleuvard, 7495211 Politeknik, 7395107 Kariagi Weru, 7495505 Wanea, dan 7495101 Teling.

Kemudian di SPBU 7495105 Dendengan, 7495201 Sindulang, 7495213 Kombos, 7495104 Tikala, 7495109 Winangun, 7495102 Malalayang, 7495202 GPI Adipura, dan 7395106 Ringroad Paal IV.

“Selain itu, kami juga tetap menyediakan Premium di Kota Manado sesuai dengan penugasan yang ditetapkan oleh pemerintah,” pungkas Mursali. [dp/MTH]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *